Subak

Pertanian di Desa Kemenuh

Sekitar 28% wilayah Desa Kemenuh masih merupakan areal persawahan, sebagian masyarakatnya masih mengandalkan kehidupannya dari bercocok tanam. Luas wilayah Desa Kemenuh adalah 734 Ha, terdiri dari 11 banjar adat dan 5 desa adat. Bentangan sawah yang luas diatur dalam sebuah kelompok subak yang diberi nama Subak Pengiyangan. Subak berfungsi untuk:

  • Menemukan sumber air dan distribusi air irigasi
  • Menyukseskan program pemerintah dibidang pertanian/pangan
  • Pemeliharaan jaringan irigasi
  • Pengerahan anggota subak untuk kepentingan pertanian
  • Penanganan konflik di dalam anggota subak atau di luar wilayah subak
  • Mengatur dan menjalankan aktivitas ritual atau keagamaan
Peranan subak sangat besar dalam pertanian di Bali. Salah satu subak yang ada di Kemenuh adalah Subak Pengiyangan, di sini Anda dapat belajar mengenai sistem pertanian di Desa Kemenuh dan yang tidak kalah menariknya adalah adanya terowongan air yang melintasi wilayah Desa Kemenuh. Air yang disalurkan melalui terowongan ini diperuntukkan bagi pengairan di Desa Batuan. Kita dapat menelusuri terowongan air ini yang dibuat sekitar tahun 1970-an oleh masyarakat, atas dukungan dari pemerintah Kabupaten Gianyar.
Pada jarak tertentu pada terowongan air ini terdapat saluran pelimpah. Bagi yang tertarik untuk menyusuri dapat masuk ke dalam terowongan air yang terletak di Banjar Sumampan dan keluar lagi pada jarak sekitar 300 meter. Anda akan diajak untuk mempelajari sistem pembuatan air yang dilakukan oleh masyarakat dan semangat para petani dalam menyediakan air untuk daerahnya.
Di Banjar Tengkulak Kaja Kauh dan Tengkulak Kaja Kangin terdapat Bale Subak, yaitu Balai Tengkulak Bedulu. Di balai subak ini secara rutin digunakan oleh para anggota subak sebagai tempat pertemuan para petani dan tempat bersembahyang.
 
Di sinilah kekuatan subak yang ada di Bali. Anggota subak berusaha keras menyediakan air bagi pertaniannya, semangat gotong royong dan kemandirian yang tinggi, pembagian air bagi sawah yang mulai menanam padi dan sawah yang tidak membutuhkan air. Sehingga, kebutuhan air dapat dipenuhi berdasarkan peraturan yang mereka buat sendiri.
Kelompok-kelompok subak yang ada di Desa Kemenuh, yaitu:
  • Subak Tegenungan
  • Subak Kemenuh
  • Subak Dauh Jero
  • Subak Babakan
  • Subak Gunung Sari
  • Subak Penghyangan
  • Subak Batugaing
  • Subak Dugul Enggong
  • Subak Tengkulak
  • Subak Sekembung

Masing-masing subak memiliki Pura Ulun Sui sebagai tempat memohon berkah kepada Sang Pencipta agar pertanian mereka mendapatkan hasil yang melimpah. Setiap kelompok subak memiliki wilayah teritorinya masing-masing dan terhubung antara satu subak dengan subak yang lainnya, karena terkait dengan proses pembagian air bagi setiap subak. Kepala subak disebut Pekaseh, sedangkan asistennya disebut Petajuh. Para anggota subak terdiri dari para pemilik sawah di kawasan subak dan bisa diwakilkan oleh masing-masing penggarapnya.

Peraturan yang berlaku di setiap subak ditentukan secara otonom oleh masing-masing subak dan pemerintah tidak bisa intervensi terhadap peraturan-peraturan tersebut. Selain sebagai pengairan pertanian masyarakat, aliran air sungai juga dimanfaatkan untuk keperluan mandi cuci maupun kakus. Kebiasaan ini dapat Anda jumpai setiap pagi atau sore di sepanjang sungai Kemenuh. Masyarakat merasa nyaman melakukan aktivitasnya di sungai karena dapat saling bercengkrama dengan kerabatnya, air sungai berlimpah dibandingkan di kamar mandi, serta alam terbuka memberikan kenyamanan warga.